Pages

Monday, October 21, 2013

CARA MELESTARIKAN HEWAN DAN TUMBUHAN LANGKA AGAR TIDAK PUNAH

Pelestarian tumbuhan dan binatang merupakan suatu usaha untuk melindungi mereka agar tidak terancam punah. Tindakan ini dilakukan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia, agar tetap bisa memanfaatkan tumbuhan dan hewan. Kelestarian hewan dan tumbuhan sangat bermanfaat bagi generasi muda saat ini, maupun pada masa yang akan datang.


Berikut beberapa upaya pelestarian hewan dan tumbuhan langka, antara lain :
  1. Melakukan penangkaran hewan-hewan langka dan menanam bibit tumbuhan yang sudah langka. Bibit tumbuhan tersebut dapat ditanam dalam program reboisasi untuk mengisi lahan-lahan kosong.
  2. Mendirikan tempat-tempat perlindungan tumbuhan dan hewan langka. Misalnya suaka margatsatwa, cagar alam, kebun binatang, kebun raya, dan taman nasional.

Berikut beberapa fungsi tempat pelestarian, antara lain :
  1. Suaka Margasatwa adalah suatu kawasan yang melindungi hewan-hewan langka yang hidup didalamnya.
  2. Cagar Alam adalah suatu kawasan yang melindungi jenis tumbuhan langka yang hidup didalamnya.
  3. Kebun Binatang adalah suatu kawasan untuk melestarikan satwa-satwa langka dari berbagai daerah.
  4. Kebun Raya adalah kawasan untuk melestarikan tumbuh-tumbuhan dari berbagai daerah.
  5. Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli yang di gunakan untuk keperluan ilmu pengetahuan.

Berikut tujuan pelestarian tumbuhan dan satwa langka :
  1. Menjaga keseimbangan ekosistem agar kehidupan di muka bumi ini tetap berjalan dengan baik.
  2. Melestarikan keaneka ragaman hayati yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.
  3. Memenuhi kebutuhan masyarakat. misal bahan bangunan, makanan, dan obat-obatan.
  4. Menciptakan lingkungan yang nyaman dan mengurangi pencemaran udara dengan adanya berbagai jenis pohon.
  5. Dapat di manfaat kan sebagai tempat hiburan dengan membuat taman rekreasi atau kebun binatang.

Berikut beberapa tempat pelestarian tumbuhan & satwa yang hampir punah :
  1. Suaka Margasatwa Danau Sentarum di Kalimantan BaratHewan yang dilindungi antara lain ikan arwana, ikan belida, burung rangkong, buaya muara,dan orang utan.
  2. Cagar Alam Dr.Moch. Hatta di Sumatera Barat Tumbuhan yang dilindungi antara lain Rafflesia, Amorphophallus, dan Eugenia.
  3. Kebun Binatang Gembira Loka di Yogyakarta Hewan yang dilestarikan antara lain gajah, unta, kura-kura, dan tapir.
  4. Kebun Raya Bogor di Bogor . Tumbuhan yang dilestarikan antara lain berbagai jenis tumbuhan paku dan anggrek, kantong semar.
  5. Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur .Tumbuhan yang di lindungi antara lain kayu hitam dan bayur. Hewan yang dilindungi yaitu komodo.
  6. Taman Nasional Way Kambas di kecamatan Labuhan Ratu Lampung Timur, Indonesia . Hewan yang dilindungi Badak sumatera, Gajah Sumatera, Harimau sumatera, Mentok Rimba , Buaya sepit. Juga banyak ditemukan tumbuhan Api-api, Pidada, Nipah, Pandan.
  7. Taman Nasional Ujung Kulon di bagian paling barat pulau Jawa. Taman ini melestarikan Badak Jawa yang telah hampir punah.

TANAMAN KHAS INDONESIA

Tanaman Khas di IndonesiaPDFPrintE-mail
Pengetahuan Umum - Dunia Tumbuhan
Negara Indonesia dilimpahi dengan kekayaan hayati yang tiada taranya. ImageHutan yang terbentang di belasan ribu pulau mengandung berbagai jenis flora dan fauna, yang kadang tidak dapat dijumpai di bagian bumi lainnya dan merupakan salah satu negara Mega Biodiversity (kekayaan akan keanekaragaman hayati ekosistem, sumberdaya genetika, dan spesies yang sangat berlimpah). Tidak kurang dari 47 jenis ekosistem alam yang khas sampai jumlah spesies tumbuhan berbunga yang sudah diketahui, sebanyak 11 % atau sekitar 30.000 jenis dari seluruh tumbuhan berbunga di dunia. Sayangnya, banyak jenis tumbuhan tertentu, mengalami kepunahan.
Sampai saat ini, Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) serta tiga cabangnya (Kebun Raya)ImageCibodas,Purwodadi, dan Bedugul Bali) baru mengoleksi 20 % total jenis tumbuhan yang ada di Indonesia. Koleksi anggrek kurang dari 5 % yang ada di Kawasan Timur Indonesia. Untuk jenis durian saja, Indonesia memiliki puluhan jenis, talas ada 700-an jenis, yang semuanya sangat potensial untuk dikembangkan. Menurut data base yang ada, terdapat 2 juta spesies tumbuhan di dunia dan 60%nya ada di Indonesia. Pemerintah kini terus berupaya untuk menyelamatkan berbagai kekayaan Sumbar Daya Alam berupa tumbuhan langka yang bermanfaat bagi manusia melalui usaha memperbanyak kebun raya, taman nasional, cagar alam dan daerah-daerah konservasi di seluruh Indonesia.(Sumber: Pusat Konservasi Tumbuhan-Kebun Raya Bogor, 2003)
ImageTidak bisa dibayangkan banyaknya jenis tumbuh-tumbuhan atau flora di dunia ini. Sampai saat inipun banyak kalangan ilmuwan yang berpendapat bahwa belum semua jenis flora yang ada di bumi telah dikenali. Seperti halnya hewan, jenis-jenis flora sangat ditentukan oleh lingkungan spesifiknya yang disebut juga sebagai habitat. Dengan bantuan manusia, beberapa diantara tumbuh-tumbuhan ini tersebar luas ke berbagai belahan bumi, sehingga ada jenis yang bisa ditemui di banyak negara, dan adapula yang hanya dapat ditemui di habitat asalnya.
Kerusakan lingkungan yang terjadi telah menghancurkan banyak habitat-habitat tumbuhan yang menyebabkan punahnya jenis-jenis tumbuhan tertentu, sehingga turut mempengaruhi kehidupan hewan dan penduduk yang tinggal diatasnya.
Berikut ini merupakan sebagian dari tanaman khas yang terdapat di propinsi-propinsi di Indonesia :
No
Propinsi
Jenis tanaman
1Nanggroe Aceh DarussalamCempaka Kuning (Michelia champaca)
2Sumatera UtaraAghatis (Agathis borneensis)
3Sumatera BaratKayu Manis (Cinnamomum burmani)
4RiauSapu Tangan (Manilca schefferi)
5JambiPinang Merah (Areca catechu)
6Jawa TimurNyamplung (Calophylum inophyllum)
7Bangka BelitungPuspa (Schima wallichii)
8BengkuluWaru (Hibiscus tiliaceus)
9Sumatera SelatanDuku (Lansium domesticum)
10LampungPulai (Alstonia scholaris)
11BantenMelinjo (Gnetum gnemon)
12DKI JakartaMenteng (Baccaurea racemosa)
13Jawa BaratSempur (Dillenia aurea)
14Jawa TengahKepel (Stelechocarpus burahol)
15D.I. YogyakartaMundu (Garcia dulcis)
16Bali
  • Keben (Baringtonia asiatica) 
  • Palawija (Kepsia singa porensis) 
  • Majegau (Disoxyllum densiplorium)
17Nusa Tenggara BaratGaharu (Aquilaria malaccensis)
18Nusa Tenggara TimurKetapang (Terminalia catappa)
19Kalimantan TimurMeranti (Shorea sp)
20Kalimantan SelatanSaga (Adenanthera pavonina)
21Kalimantan Tengah
  • Rambutan Hutan (Nephelium sp)
  • Tengering (Nephelium sp)
  • Tengkawang (Shorea pinanga)
  • Ulin (Eusideroxylob zwageri)
22Kalimantan BaratSawo Kecik (Manilkara kauki)
23Sulawesi UtaraCengkeh (Eugenia aromatica)
24Sulawesi TengahEboni (Diospyros celebica)
25Sulawesi SelatanMahoni (Swietania macrophylla)
26Sulawesi TenggaraJati (Tectona grandis)
27Gorontalo
  • Kenari (Canarium commune)
  • Nyatoh (Palaqium spp)
28Maluku
  • Pala (Myristica fragrans)
  • Cengkeh (Eugenia aromatica)
  • Gandaria (Bouea macrophylla)
29Maluku UtaraKayu Putih (Melaleuca leucadendra)
30PapuaMatoa (Pometia pinnata)
Mengenal Jambu AirPDFPrintE-mail
Pengetahuan Umum - Dunia Tumbuhan
Teman-teman suka Jambu? Jambu memiliki banyak jenis contohnya adalah jambu air, jambu biji, dan jambu mete. Kali ini kita akan membahas jambu yang banyak airnya. Ya, betul... jambu air.
Asal Jambu Air
ImageJambu air berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia, tersebar ke Malaysia dan pulau-pulau di Pasifik. Selama ini masih terkonsentrasi sebagai tanaman pekarangan untuk konsumsi keluarga. Buah Jambu air tidak hanya sekedar manis menyegarkan, tetapi memiliki keragaman dalam penampilan. Jambu air (Eugenia aquea Burm) dikategorikan salah satu jenis buah-buahan potensial yang belum banyak disentuh pembudidayannya untuk tujuan komersial. Sifatnya yang mudah busuk menjadi masalah penting yang perlu dipecahkan. Buahnya dapat dikatakan tidak berkulit, sehingga rusak fisik sedikit saja pada buah akan mempercepat busuk buah.
Jenis Tanaman
Sistematika tanaman jambu air adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantarum
Sub Kingdom : Kormophyta
Super Divisio : Kormophyta biji
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Classis : Dycotyledoneae
Ordo : Myrtales
Familia : Myrtaceae
Genus : Syzygium
Species : Eugenia aquea
ImageSelain itu juga terdapat 2 jenis jambu air yang banyak ditanam, tetapi keduanya tidak begitu menyolok perbedaannya. Ke dua jenis tersebut adalah Syzygium quaeum (jambu air kecil) dan Syzygium samarangense (jambu air besar). Varietas jambu airbesar yakni: jambu Semarang, Madura, Lilin (super manis), Apel dan Cincalo (merah dan hijau/putih) dan Jenis-jenis jambu air lainnya adalah: Camplong (Bangkalan), Kancing, Mawar (jambu Keraton), Sukaluyu, Baron, Kaget, Rujak, Neem, Lonceng (super lebat), dan Manalagi (tanpa biji). Sedangkan varietas yang paling komersil adalah Cincalo dan Semarang, yang masing-masing terdiri dari 2 macam (merah dan putih).
Manfaat Tanaman
Pada umumnya jambu air dimakan segar, tetapi dapat juga dibuat puree, sirop, jeli, jam/berbentuk awetan lainnya. Selain sebagai “buah meja” jambu air juga telah menjadi santapan canggih dengan dibuat salada dan fruit coctail. Kandungan kimiayang penting dari jambu air adalah gula dan vitamin C. Buah jambu air masak yang manis rasanya, selain disajikan sebagai buah meja juga untuk rujak dan asinan. Kadang-kadang kulit batangnya dapat digunakan sebagaiobat.
Pusat Penanaman Jambu Air
Menurut data statistik dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Jawa Barat, Kabupaten Karawang, Tangerang, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Cirebon, Subang dan Bekasi termasuk 10 besar sentra penanaman pohon jambu. Jambu air Cincalo merah banyak terdapat di Karawang dan terkenal dengan jambu Bolang yang bila matang benar berwarna merah tua kebiruan dengan rasa manisasam segar sedangkan Jambu air Semarang (merah dan putih) banyak terdapat di Indramayu.
Syarat Tumbuh
Iklim
  1. Angin sangat berperan dalam pembudidayaan jambu air. Angin berfungsi dalammembantu penyerbukan pada bunga.
  2. Tanaman jambu air akan tumbuh baik di daerah yang curah hujannya rendah/kering sekitar 500–3.000 mm/tahun dan musim kemarau lebih dari 4 bulan. Dengan kondisi tersebut, maka jambu air akan memberikan kualitas buah yang baik dengan rasa lebih manis.
  3. Cahaya matahari berpengaruh terhadap kualitas buah yang akan dihasilkan. Intensitas cahaya matahari yang ideal dalam pertumbuhan jambu air adalah 40– 80 %.
  4. Suhu yang cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu air adalah 18-28 derajat C.
  5. Kelembaban udara antara 50-80 %.
Media Tanam
  1. Tanah yang cocok bagi tanaman jambu air adalah tanah subur, gembur, banyak mengandung bahan organik.
  2. Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok sebagai media tanam jambu air adalah 5,5–7,5.
  3. Kedalaman kandungan air yang ideal untuk tempat budidaya jambu air adalah 0- 50 cm; 50-150 cm dan 150-200 cm.
  4. Tanaman jambu air sangat cocok tumbuh pada tanah datar.
Ketinggian Tempat
Tanaman jambu air mempunyai daya adaptasi yang cukup besar di lingkungan tropis dari dataran rendah sampai tinggi yang mencapai 1.000 m dpl.
Sumber : iptek.net.id

JENIS TUMBUHAN YANG LANGKA DI INDONESIA

1.BALAM SUNTAI
Balam Suntai (Palaquium walsurifolium),balam suntai adalah salah satu jenis tanaman langka asli indonesia.tanaman langka ini memiliki kualitas kayu yang baik. kelas keawetan tanaman langka ini adalah kelas IV dan kekuatannya kelas II. maka tidaklah heran kalau tanaman langka ini banyak dicari orang.


2.BAYUR
Bayur (Pterospermum sp). Tanaman langka indonesia ini memiliki nama daerah Balang, wadang, walang, wayu. bayur adalah jenis tanaman langka yang memiliki kualitas kayu bagus.

3.POHON ULIN
Pohon Ulin (Eusiderxylon zwageri). Tanaman langka ini juga dikenal dengan kayu besi. tanaman khas kalimantan ini memilki diameter 60-120 cm dan tinggi 20-30 m. tanaman langka ini adalah satu komoditas kayu yang paling laku karena kualitas kayu nya

4.CENDANA
Cendana (Santalum album). Cendana atau cendana wangi, merupakan tanaman langka penghasil kayu cendana dan minyak cendana. Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aroma terapi, campuran parfum, serta sangkur keris (warangka). Cendana adalah tumbuhan parasit pada awal kehidupannya. Kecambahnya memerlukan pohon inang untuk mendukung pertumbuhannya, karena perakarannya sendiri tidak sanggup mendukung kehidupannya. Karena prasyarat inilah cendana sukar dikembangbiakkan atau dibudidayakan. Kayu cendana wangi (Santalum album) kini sangat langka dan harganya sangat mahal. Kayu cendana dianggap sebagai obat alternatif untuk membawa orang lebih dekat kepada Tuhan. Minyak dasar kayu cendana, yang sangat mahal dalam bentuknya yang murni, digunakan terutama untuk penyembuhan cara Ayurveda, dan untuk menghilangkan rasa cemas.


5.DAMAR
Damar, Kopal Keruling (Agathis labillardieri). Tanaman langka ini berasal dari papua. Damar adalah salah satu jenis pohon potensial yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Tanaman langka ini tingginya bisa mencapai 60 m dan dimeternya 2 m.

6.Raflesia Arnoldi
Bunga Rafflesia hidup di Tama Nasional Bengkulu, mempunyai ukuran dengan diameter bunga yang hampir mencapai 1 meter. Bunga ini terkenal dengan sebutan bunga bangkai karena mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Bau busuk yang dikeluarkan oleh bunga digunakan untuk menarik lalat yang hinggap dan membantu penyerbukan. Raflesia Arnoldi merupakan tumbuhan parasit yang memerlukan inang untuk hidupnya. Saat ini kondisi habitat Raflesia Arnoldi sangat memprihatinkan sehingga jumlahnya menurun drastis dari tahun ke tahun. Menyusutnya habitat bunga tersebut di antaranya disebabkan kegiatan manusia seperti pembukaan wilayah hutan baik untuk kegiatan pertambangan, pertanian, maupun permukiman.

7.ENAU
Enau (Arenga pinnata). Enau atau aren (Arenga pinnata, suku Arecaceae) adalah palma yang terpenting setelah kelapa (nyiur) karena merupakan tanaman serba guna. Palma yang besar dan tinggi, dapat mencapai 25 m. Berdiameter hingga 65 cm, batang pokoknya kukuh dan pada bagian atas diselimuti oleh serabut berwarna hitam yang dikenal sebagai ijuk, injuk, juk atau duk. Ijuk sebenarnya adalah bagian dari pelepah daun yang menyelubungi batang. Pohon enau menghasilkan banyak hal, yang menjadikannya populer sebagai tanaman yang serbaguna, terutama sebagai penghasil gula.

8.MIMBA
Mimba (Azadirachta indica). Tanaman langka ini mempunyai nama lain Mimbo atau Mimba. Tanaman langka ini merupakan pohon yang tinggi (Arbor) batangnya dapat mencapai 20 m bahkan lebih. Kulit batangnya tebal, batang agak kasar, daun menyirip genap, dan berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi dan runcing, sedangkan buahnya merupakan buah batu dengan panjang 1 cm. Buah mimba dihasilkan dalam satu sampai dua kali setahun, berbentuk oval, bila masak daging buahnya berwarna kuning, biji ditutupi kulit keras berwarna coklat dan didalamnya melekat kulit buah berwarna putih. Tanaman ini bisa digunakan sebagai pestisida nabati. Karena daun mimba mengandung senyawa-senyawa yang dapat mengendalikan hama tanaman, diantaranya adalah sitosterol, hyperoside, nimbolide, quercetin, quercitrin, rutin, azadirachtin, dan nimbine.

9.TEMBESU
Tembesu (Fagraea fragrans) termasuk kedalam famili Loganiaceae. Daerah penyebarannya Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Barat, Maluku, dan Irian Jaya. Tempat tumbuh pada tanah datar dan sarang atau tempat yang tidak becek, tanah liat berpasir, dengan type curah hujan A sampai B pada ketinggian 0–500 dpl.

Tinggi pohon tembesu mencapai 40 m, dengan panjang batang bebas cabang sampai 25 m, diameter 80 cm atau lebih, dengan batang tegak dan tidak berbanir. Kulit luar berwarna coklat sampai hitam, beralur dangkal dan sedikit mengelupas. Kayunya keras berwarna kuning emas tua atau coklat jingga, dan termasuk ke dalam kelas awet satu.

10.JELUTUNG
Jelutung atau jelutong (Dyera costulata, syn. D. laxiflora) adalah spesies pohon dari subfamilia oleander. Pohon ini dapat tumbuh hingga 60 meter dengan diameter sebesar 2 meter. Pohon ini tumbuh di semenanjung Malaysia, Kalimantan, Sumatra dan bagian selatan Thailand.

HEWAN-HEWAN LANGKA YANG ADA DI INDONESIA

Indonesia dianugerahi Tuhan YME dengan keanekaragaman hewan yang luar biasa, beberapa diantaranya adalah hewan langka yang dilindungi. Penyebab utama dari kelangkaan hewan tersebut adalah kerusakan hutan, perburuan liar, dan juga bencana alam. Pemerintan Indonesia, Swasta, LSM, dan Masyarakat telah berupaya semaksimal mungkin untuk melindungi hewan-hewan ini dari kepunahaan melalui konservasi dan cara-cara lain, dan inilah nama-nama hewan langka di Indonesia:
Nama Nama Hewan langka Di Indonesia Nama nama Hewan langka Di IndonesiaSource : http://www.flickr.com/photos/mangidol/5223544422/
1. Harimau Sumatera
Harimau Sumatera merupakan salah satu hewan langka yang hidup di Pulau Sumatera, Indonesia. Jumlah keseluruhan satwa ini tidak lebih dari 1.000 ekor baik yang hidup dialam bebas maupun yang dipelihara dikebun-kebun binatang diseluruh dunia. Konversi hutan diyakini sebagai faktor utama berkurangnya jumlah hewan buas tersebut.
2. Gajah Sumatera
Hewan yang hampir punah lainnya yang hidup di Pulau Sumatera adalah Gajah Sumatera. Mamalia terbesar di Indonesia ini jumlahnya tidak lebih dari 3.000 ekor. Berkurangnya satwa besar ini disebabkan oleh kerusakan hutan, peralihan hutan, dan juga perburuan manusia. Diperlukan peran aktif semua pihak agar satwa ini tidak segera punah.
3. Badak Bercula Satu
Badak Bercula Satu merupakan hewan langka yang hidup diujung barat Pulau Jawa, tepatnya di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Menurut data yang bersumber dari Taman Nasional Ujung Kulon, binatang langka ini berjumlah sekitar 50 ekor saja. Serangan penyakit dan bencana alam merupakan penyebab utama hewan ini menjadi langka.
4. Jalak Bali
Jalak Bali merupakan burung endemik Indonesia yang hanya bisa dijumpai di Pulau Bali. Hewan berukuran sedang ini sangat cantik sehingga tidak jarang para pencinta binatang (khususnya burung) ingin sekali memilikinya. Hal tersebut yang membuat hewan ini menjadi sangat langka, diperkirankan jumlah Jalak Bali yang ada saat ini sekitar 1.000 ekor.
5. Komodo
Komodo yang mendiami Taman Nasional Pulau Komodo merupakan satwa langka dan endemik di Indonesia. Menurut informasi, jumlah keseluruhan Komodo yang ada hanya sekitar 3.000 ekor saja. Penyebab utama berkurangnya Komodo dihabitatnya adalah perburuan liar. Mari kita sama-sama menjaga dan melestarikan satwa Indonesia.
6. Pesut Mahakam
Pesut Mahakam adalah hewan yang sangat unik karena berbeda dengan pesut-pesut lain yang ada didunia. Jika pesut-pesut lain habitatnya dilaut, Pesut Mahakam habitatnya disungai-sungai tropis, seperti Sungai Mahakam. Hewan langka yang dilindungi oleh Undang-Undang ini diperkirakan hanya berjumlah 70 ekor saja secara keseluruhan.
7. Orang Utan
Orang Utan merupakan satwa liar yang hampir punah terutama Orang Utan Kalimantan, Orang Utan Kalimantan merupakan spesies Orang Utan yang paling langka didunia yang hanya bisa dijumpai di Kantin Margahayu, Kalimantan. Tiap tahun jumlah Orang Utan semakin berkurang, diduga faktor utamanya adalah kerusakan dan peralihan hutan.
8. Anoa
Mungkin sebagian dari anda belum pernah melihat binatang yang bernama Anoa, Ya binatang langka ini merupakan binatang endemik Sulawesi. Binatang yang menjadi identitas Provinsi Sulawesi Tenggara ini diperkirakan hanya berjumlah 5.000 ekor saja. Semakin hari binatang ini semakin sulit dijumpai karena binatang ini banyak diburu masyarakat.
9. Babirusa
Hewan langka yang bernama Babirusa ini merupakan hewan asli Sulawesi, karena habitat utamanya adalah daerah hutan hujan tropis. Tiap tahun populasi Babirusa semakin memprihatinkan, saat ini jumlah hewan ini diperkirakan sekitar 200 ekor. Meskipun hewan ini dilindungi, tetap saja masih ada yang memperdagangkan hewan ini dipasar gelap.
10. Burung Cendrawasih
Burung Cendrawasih merupakan satwa yang menjadi identitas Papua, bahkan namanya dijadikan salah satu kampus negeri di Indonesia yang berada di Papua, yaitu Universitas Cendrawasih. Tiap tahunnya populasi burung cantik endemik Papua ini semakin berkurang, kemungkinan penyebab utamanya adalah perburuan liar dan perdagangan bebas.
Selain ke-10 nama-nama hewan langka tersebut, terdapat banyak lagi hewan Indonesia yang berstatus dilindungi seperti Badak Sumatera, Macan Tutul Jawa, Rusa Bawean, Mola Mola, Elang Flores, Bekantan, dan masih banyak lagi. Untuk itu diperlukan peran aktif semua pihak agar hewan-hewan langka tersebut setidaknya tidak mengalami kepunahaan, lebih-lebih jika hewan-hewan langka tersebut dapat mengalami peningkatan populasi

KEANEKARAGAMAN HEWAN DI INDONESIA


Jenis-jenis hewan yang ada di Indonesia diperkirakan berjumlah sekitar 220.000 jenis yang terdiri atas lebih kurang 200.000 serangga (± 17% fauna serangga di dunia), 4.000 jenis ikan, 2.000 jenis burung, serta 1.000 jenis reptilia dan amphibia. Pembagian fauna menjadi dua kelompok didasarkan pada adanya Paparan Sunda dan Paparan Sahul menjadi lebih jelas lagi daripada pembagian flora. Di sini dapat ditarik garis pemisah yang lebih jelas yang disebut garis Wallace (ditemukan oleh Alfred Russel Wallace). Beberapa jenis hewan, seperti ikan tawar dari kelompok timur dan barat penyebarannya tidak pernah bertemu. Akan tetapi, ada pula hewan hewan, seperti burung, amphibia, dan reptilia yang sering kali antara

penyebaran kelompok timur dan barat saling tumpang-tindih. Paparan sunda sangat kaya akan berbagai jenis mamalia dan burung; diperkirakan di kawasan ini terdapat ratusan jenis burung dan 70% di antaranya merupakan penghuni hutan primer darat; keanekaragaman ini jauh lebih tinggi daripada di Afrika. Indonesia terbagi menjadi dua zoogeografi yang dibatasi oleh garis Wallace. Garis Wallace membelah Selat Makassar menuju ke selatan hingga ke Selat Lombok. Jadi, garis Wallace memisahkan wilayah Oriental (termasuk Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan) dengan wilayah Australia (Sulawesi, Irian, Maluku, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur).

Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Weber, seorang ahli zoology dari Jerman. Menurut Weber, hewan-hewan yang ada di Sulawesi tidak semuanya tergolong kelompok hewan Australia karena ada juga yang memiliki sifat-sifat Oriental sehingga Weber berkesimpulan bahwa hewan-hewan Sulawesi merupakan hewan peralihan. Weber kemudian membuat garis pembatas yang berada di sebelah timur Sulawesi memanjang ke utara menuju Kepulauan Aru yang kemudian dikenal dengan nama garis Weber. Sebagai bukti, Sulawesi merupakan wilayah peralihan, contohnya, di Sulawesi terdapat Oposum dari Australia dan kera Macaca dari Oriental. 
Fauna daerah Oriental yang meliputi Sumatra, Jawa, dan Kalimantan serta pulau-pulau di sekitarnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 
  1. Banyak spesies mamalia berukuran besar, seperti badak, gajah, banteng, dan harimau. Terdapat pula mamalia berkantung, tetapi jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak ada. 
  2. Terdapat berbagai macam kera, terutama di Kalimantan yang paling banyak memiliki primata, misalnya, orang utan, kukang, dan bekantan. 
  3. Burung-burung yang dapat berkicau, tetapi warnanya tidak seindah burung Australia, misalnya, jalak bali (Leucopsar rothschildi), murai (Myophoneus melurunus), ayam hutan berdada merah (Arborphila hyperithra), dan ayam pegar (Lophura bulweri). 
Fauna daerah Indonesia bagian timur, yaitu Irian, Maluku, dan Nusa Tenggara relatif sama dengan Australia. Ciri-ciri yang dimilikinya adalah sebagai berikut. 
  1. Mamalia berukuran kecil. Di Irian dan Papua terdapat kurang lebih 110 spesies mamalia, misalnya, kuskus (Spilocus maculates) dan Oposum. Di Irian juga terdapat 27 hewan pengerat (rodensial), dan 17 di antaranya merupakan spesies endemik. 
  2. Banyak hewan berkantung. Di Irian dan Papua banyak ditemukan hewan berkantung, seperti kanguru (Dendrolagus ursinus). 
  3. Tidak terdapat spesies kera. Spesies kera tidak ditemukan di daerah Australia, tetapi di Sulawesi ditemukan banyak hewan endemik, misalnya, primata primitif Tarsius spectrum, musang (Macrogalida musschenbroecki), babirusa, anoa, maleo, dan beberapa jenis kupu-kupu. 
  4. Jenis burung berwarna indah dan beragam. Papua memiliki koleksi burung terbanyak dibandingkan pulau-pulau lain di Indonesia, kirakira 320 jenis, dan setengah di antaranya merupakan spesies endemik, misalnya, burung cenderawasih.

Setelah membaca uraian tentang keanekaragaman hayati, apa yang harus kita lakukan untuk menjaga dan melestarikan ciptaan Tuhan tersebut? Pertama, kita harus bersyukur kepada Tuhan karena beragamnya kekayaan hayati yang ada di Indonesia. Kedua, kita harus bangga hidup di negara yang memiliki kekayaan hayati. Ketiga, kita harus menjaga dan memelihara keasliannya. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa manusia memiliki sifat yang dapat memengaruhi keanekaragaman hayati. Pengaruh itu dapat merusak atau memelihara.